Rabu, 07 Mei 2014

Tugas Dan UTS Mata kuliah Perkembangan ICT

NAMA                 : DINDA MEIDIANSYAH
NIM                     : 1371503887
KELOMPOK      : XD
MATA KULIAH : PERKEMBANGAN ICT (TUGAS)
DOSEN               : MARIKO RIZKIANSYAH S.Sos M.I.Kom
TANGGAL          : RABU, 7 MEI 2014


KONVERGENSI MEDIA

·        Apakah konvergensi media itu?
Kata “konvergensi” sering digunakan untuk merujuk ke berbagai proses yang berbeda, sehingga terkadang menimbulkan kebingungan. Konvergensi media adalah penggabungan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa, seperti media cetak, radio, televisi, Internet, bersama dengan teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, melalui berbagai platform presentasi digital.
Dalam perumusan yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal. Gerakan konvergensi media tumbuh berkat adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya dari munculnya Internet dan digitisasi informasi. Konvergensi media ini menyatukan ”tiga-C” (computing, communication, dan content). Jika dijabarkan di level perusahaan, maka konvergensi ini menyatukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi (komputer), jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten (penerbit buku, suratkabar, majalah, stasiun TV, radio, musik, film, dan hiburan).

·         Pengertian konvergensi
Konvergensi berasal dari bahasa Inggris yaitu convergence. Kata konvergensi merujuk pada dua hal atau benda atau lebih bertemu dalam satu titik (Arismunandar,2006:1).Konvergensi media sendiri merupakan Penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan ke dalam satu titik tujuan. Istilah konvergensi mulai banyak digunakan sejak tahun 1990-an. Kata ini umum dipakai dalam perkembangan teknologi digital, integrasi teks, angka, gambar, video, dan suara (Briggs dan Burke, 2000: 326).Konvergensi menyebabkan perubahan radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001).

DASAR TERBENTUKNYA KONVERGENSI MEDIA
John Fiske dalam bukunya Cultural and Communication Studies mengungkapkan kode-kode digital lebih mudah dipahami karena unit-unitnya dibedakan dengan jelas,berlainan dengan kode-kode analog yang bekerja dalam suatu skala kontinu. Jadi tidaklah heran jika dalam orientasi perkembangan peradaban manusia mengarah pada proses digitalisasi atau dengan kata lain proses menuju kemudahan, kelengkapan, dankecepatan dalam mendapatkan dan memahami berbagai informasi.
Dari sisi bisnis, digitalisasi menjanjikan efisiensi biaya yang cukup signifikan dengan area cakupan yang lebih luas, kualitas pelayanan yang lebih baik dan mampu melayani pengguna jasa media berdasarkan kebutuhan mereka. Namun yang jauh lebih penting adalah digitalisasi mampu mendesak kelahiran beragam kreativitas dalam penyajian konten sehingga area cakupan bisnis dapat lebih diperluas.
Menurut Jonathan Parapak dari Universitas Pelita Harapan, tahapan perkembangan paradigma ini menjadi 3 tahapan proses, yaitu automatisasi, integrasi, dan kolaborasi.Mayoritas pelaku di kawasan ini berada di antara automatisasi dan integrasi, sementara hanya sebagian kecil yang telah mencapai tahap di antara integrasi dan kolaborasi.


5 Dimensi Konvergensi

1.      Konvergensi Teknologi
Ketika pertama kali mendengar kata konvergensi media, orang-orang seringkali langsung terfokus pada konvergensi dalam bidang teknologi yang mengiringi media tersebut. Seperti yang diungkapkan Burnett dan Marshall (2003) yang mengungkapkan konvergensi sebagai proses penggabungan antara media, induastri telekomunikasi dan komputasi, dan penyatuan segala bentuk komunikasi termediasi dalam bentuk digital. Jelas, di sini Burnett dan Marshall menempatkan konvergensi identik dengan digitalisasi, dan konvergensi sebagai imbas dari perkembangan teknologi Web. Grant dan Wilkinson (2009) sendiri berpendapat bahwa terdapat dua fitur perkembangan teknologi yang secara spesifik menjadi inti perwujudan konvergensim media, yaitu: teknologi digital dan jejaring computer.

2.       Konten Multimedia
Dari segi konten, konvergensi media mengacu pada kemampuan untuk menampilkan berbagai macam format konten media hanya melalui satu media saja. Contoh media konvergen yang berisi konten multimedia ini misalnya koran online Kompas.com. Melalui website, koran Kompas menjadi media konvergen yang dapat memuat berita dalam format teks, suara, dan video, bahkan dapat menyediakan wadah interaktif bagi komunitas pembacanya dalam format blog, bernama Kompasiana. Organisasi berita yang memanfaatkan website seperti Kompas ini, disebut juga convergent journalism. Dalam aspek jurnalisme, konten multimedia ini dapat pula menghasilkan konvergensi newsroom, di mana satusatu redaksi dapat menghasilkan berbagai output berita dengan konten multimedia.
3.       Kepemilikan
Konvergensi media juga tidak bisa dilepaskan dari dimensi kepemilikan media itu sendiri. Kepemilikan media saat ini cenderung mengarah kepada cross-ownership di mana berbagai media seringkali tergabung dalam satu kepemilikan yang sama. Tren kepemilikan media di Indonesia sekarang pun menunjukkan kecenderungan konvergensi kepemilikan. Peta media di Indonesia dikuasai oleh beberapa grup media besar, seperti Grup MNC yang memiliki RCTI, Global TV, MNC TV (televisi), koran Sindo (cetak), dan Okezone (online), serta jaringan Trijaya FM (radio). Ada pula grup Kompas-Gramedia yang dominan di bidang media cetak dengan memproduksi Kompas, Warta Kota, dan Tribun, di bidang online melalui Kompas.com, radio Sonora FM, dan saat ini berekspansi ke televisi melalui Kompas TV.

4.       Kolaborasi
Salah satu dimensi penting dari konvergensi ialah kolaborasi antar media. Kolaborasi ini sifatnya berbeda dengan konvergensi kepemilikan yang biasanya cenderung tergabung dalam tingkat newsroom. Dalam kolaborasi, konvergensi pun dapat dilakukan oleh media yang kepemilikannya berbeda ataupun jenis medianyayang berbeda. Konvergensi yang dilakukan biasanya berupa sharing content atau saling berbagai informasi di tingkat penyajian. Contoh kolaborasi ini misalnya kolaborasi antara headline berbagai koran nasional yang biasanya turut disiarkan sebagai salah satu berita di acara Apa Kabar Indonesia di TV One. Atau ketika berita ramalan cuaca di televisi turut dimuat di koran esok paginya.


5.       Koordinasi
Dalam dimensi koordinasi, media-media yang berbeda kepemilikan bisa saja kerja sama seperti halnya media-media yang tergabung dalam satu kepemilikan. Konvergensi yang dilakukan dapat berupa sharing informasi, atau saling memanfaatkan fitur-fitur lain yang menguntungkan kedua belah pihak. Contoh konvergensi koordinasi antar media misalnya Kantor Berita Gabungan ONANA (Organization of Asia News Agencies) yang berisi kantor-kantor berita di negara dunia ketiga, yang berfungsi sebagai sarana pertukaran berita lokal di negara masing-masing anggota. Meskipun demikian, ONANA tidak dapat bertahan lagi sekarang karena tidak dikelola secara professional. Contoh lainnya ialah kerjasama antar-website dalam satu interest, misalnya website AirAsia bekerjasama dengan website Hotel-hotel di seluruh dunia untuk saling mempromosikan produknya.
·        Dampak Dari Konvergensi Media
Dampak yang paling umum, konvergensi adalah mendobrak hambatan tua yang pernah dibagi komunikasi sepanjang beberapa dimensi: antara industri dan industri, antara aplikasi dan aplikasi, antara produser dan konsumen, dan antara negara dan negara. Sebuah perubahan terjadi dalam konsumsi teknologi media. Konsumsi membuat konvergensi bergerak dari modus tradisional konsumsi media. Apa yang sekali kegiatan soliter dan tunggal, misalnya, mendengarkan radio awal, telah berubah menjadi pengalaman, berbagi kolektif tidak hanya penerimaan isi media, tetapi juga dalam bentuk teks media yang diterima. Apa yang membuat konvergensi konsumsi unik adalah bahwa pengguna membayar perhatian dan waspada terhadap media bersaing pada satu waktu.
Dengan konvergensi teknologi media, penelitian awal di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan dan konsumsi teknologi media, baik lama dan baru, sedang berubah tidak dapat dibatalkan. Bersaing surat kabar dan stasiun televisi dari aliansi untuk memenuhi berbagai teknologi, editorial, peraturan dan berbasis pasar peluang dan tantangan. Hari ini, media konvergensi memicu berbagai sosial, politik, sengketa ekonomi dan hukum karena bertentangan tujuan konsumen, produsen dan gatekeeper. Dengan konvergensi media, bentuk-bentuk baru menggunakan media telah muncul: pengguna dapat meningkatkan pertemuan media dengan mengendalikan aliran informasi dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi tidak hanya dengan media itu sendiri, tetapi juga penyedia konten dan pengguna lainnya. Implikasinya adalah bahwa konsumen menjadi kurang dan kurang bergantung pada semua jenis media tunggal dan kurang dan kurang setia untuk semua jenis media tunggal. Mereka bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan pada saat mereka membutuhkannya dari sumber apa pun media yang tersedia.
·        Tantangan Dari Konvergensi Media
Sifat alamiah perkembangan teknologi selalu saja mempunyai dua sisi, positif dan negatif. Di samping optimalisasi sisi positif, antisipasi terhadap sisi negatif konvergensi nampaknya perlu dikedepankan sehingga konvergensi teknologi mampu membawa kemaslahatan bersama. Pada aras politik ini diperlukan regulasi yang memadai agar khalayak terlindungi dari dampak buruk konvergensi media. Regulasi menjaga konsekuensi logis dari permainan simbol budaya yang ditampilkan oleh media konvergen. Tujuannya jelas, yakni agar tidak terjadi tabrakan kepentingan yang menjadikan salah satu pihak menjadi dirugikan. Terutama bagi kalangan pengguna atau publik yang memiliki potensi terbesar sebagai pihak yang dirugikan alias menjadi korban dari konvergensi media.
·        Sisi Positif Dan Negatif Konvergensi
Berbicara tentang implikasi (akibat, dampak, atau pengaruh) dari konvergensi media tentu banyak sekali. Konvergensi media memiliki implikasi positif dan negatif. Implikasi positifnya :
-          Konvergensi media memperkaya informasi secara meluas tentang seluruh dunia karena ada akses internet.
-          Memberikan banyak pilihan kepada masyarakat pengguna untuk dapat memilih informasi yang diinginkan sesuai selera, contohnya saja adalah televisi interaktif dan televisi multisaluran dimana pengguna memilih sendiri program siaran yang disukai. Sehingga penggunaan teknologi konvergensi menjadi lebih personal.
-          Lebih mudah, praktis dan efisien. Tidak perlu punya dua media kalau ternyata bisa punya satu media saja dengan dua fungsi.
-          Dalam implikasi ekonomi, konvergensi berpengaruh terhadap perusahaan dan industri teknologi komunikasi karena mengubah perilaku bisins. Keuntungan yang didapat dari hasil konvergensi media sangat menguntungkan dan memajukan perusahaan. Selain itu, mudahnya akses informasi membuat industri dan perusahaan semakin mudah dan cepat mengantisipasi tantangan, kebutuhan baru konsumen serta persaingan yang mengetat.
-           Di bidang pekerjaan, jelas sekali di jaman sekarang ini jenis-jenis pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi digandrungi banyak orang dan peminat seperti hal-hal yang berbau IT atau sistem informasi, menurut saya hal ini menjadi bukti kuatnya teknologi dalam kehidupan manusia.
-          Interaktif. Masyarakat bisa langsung memberikan umpan balik terhadap informasi-informasi yang disampaikan. Media konvergen memunculkan karakter baru yang makin interaktif, dimana penggunanya mampu berkomunikasi secara langsung dan memperoleh konsekuensi langsung atas pesan (Severin dan Tankard, 2001: 370).
-          Konvergensi media menyediakan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi secara visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001: 27).

Konvergensi media juga tidak terlepas dari implikasi negatif, yaitu :
-          Perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadi kecanduan teknologi (cybermedia dancybersociety). Adanya ketergantungan teknologi dimana segala sesuatu menjadi serba praktis dan otomatis. Menurut saya teknologi yang praktis memang bagus karena mempercepat dan memudahkan, namun hal ini juga bisa menjadi buruk jika kita tidak bijak menggunakannya,mengapa? Karena dengan adanya praktis kita cenderung menjadi orang yang “malas” dimana segala yang otomatis akan mempercepat hilangnya pekerjaan karena pekerjaan manusia sudah bisa digantikan dengan teknologi yang canggih.
-          Munculnya masyarakat digital/ masyarakat maya. Kemajuan teknologi konvergensi yang maju telah mempersempit jarak dan mempersingkat waktu. Jarak dan waktu sudah bukan masalah lagi, misalnya anda di Eropa dengan saya di Asia bisa saling berkomunikasi saat itu juga melalui internet atau media lainnya tanpa perlu bertemu langsung. Hal ini menimbulkan masyarakat maya dimana komunikasi langsung secara face to face sudah tidak diminati lagi. Pendapat saya ini diperkuat dalam buku berjudul Handbook of new media: social shaping and social consequences of ICTs, dikatakan bahwa media konvergen menyebabkan derajat massivitas massa berkurang, karena komunikasinya makin personal dan interaktif (Lievrouw dan Livingstone, 2006: 164).
-          Media cetak/media tradisional/media konvensional mulai kalah dengan media modern/media baru/ media online.
-          Kesenjangan sosial yang semakin besar.
Ø  Citizent Journalism
§  Shayne Bowman dan Chris Willis lantas mendefinisikan citizen jourmalism sebagai ‘..the act of citizen playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing, and disseminating news and information”.
§  Warga biasa menjalani fungsi selayaknya jurnalis professional yang pada umumnya menggunakan channel media baru yaitu internet untuk menyebarkan informasi dan berita yang mereka dapat.



Ø  6 tipe citizen journalism (J.D. Lasica)
1.      Audience participation (seperti komenter user yang diattach pada kisah-kisah berita, blog-blog pribadi, foto, atau video footage yang diambil dari handycam pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh anggota komunitas).
2.      Situs web berita atau informasi independen (Consumer Reports, Drudge Report).
3.      Situs berita partisipatoris murni (OhmyNews).
4.      Situs berita kolaboratif (Slashdot, Kuro5hin).
5.      Bentuk lain dari media ‘tipis’ (mailing list, newsletter e-mail).
6.      Situs penyiaran pribadi (situs penyiaran video seperti KenRadio).

Ø  Bentuk-bentuk Citizen Journalism (Steve Outing), yaitu:
1. Opening Up to Public Comment
Situs di internet menyediakan tempat (kolom) komentar dari publik. Pembaca diperbolehkan untuk bereaksi, mengkritik, memuji, atau memberi tambahan ke dalam berita yang ditulis oleh jurnalis profesional dalam kolom tersebut.

2. The Citizen Add-On Reporter
Menambahkan pendapat warga sebagai bagian berita yang ditulis oleh jurnalis profesional. Warga diminta menuliskan pengalamannya yang berkaitan dengan berita tersebut.
3. Open-Source Reporting
Sebuah bentuk kolaborasi liputan dengan sumber terbuka, di mana jurnalis profesional bekerja sama dengan pembaca yang memiliki pengetahuan tentang suatu masalah yang sedang terjadi, saling melengkapi dalam menghasilkan sebuah berita yang akurat. Berita tetap ditulis oleh reporter profesional.
4. The Citizen Bloghouse
Bloghouse warga, yaitu blog-blog gratis yang bisa dimiliki oleh setiap orang, yang kemudian dapat digunakan untuk menuangkan cerita maupun gagasan kepada khalayak umum di seluruh penjuru dunia.
5. Newsroom Citizen ‘Transparency’ Blogs
Sebuah blog yang dimiliki oleh sebuah organisasi media sebagai bentuk transparansi dan komunikasi dengan pembacanya. Keluhan, kritik, atau pujian terhadap apa yang ditampilkan organisasi media tersebut dapat disampaikan di sini.
6. The Stand Alone Citizen Journalism Site: Edited Version
Laporan berita dari warga dengan melalui proses penyuntingan. Berita yang masuk melalui proses penyuntingan terlebih dahulu, dengan tetap mempertahankan keaslian tulisan.
7. The Stand Alone Citizen Journalism Site: Unedited version
Laporan berita dari warga pada sebuah situs, tanpa melalui proses penyuntingan. Dalam versi ini, berita bisa langsung muncul seketika setelah diposting.
8. Add a Print Edition
Merupakan gabungan dari The stand-alone citizen-journalism site dengan edisi cetak.
9. The Hybrid: Pro + Citizen Journalism
Penggabungan jurnalis profesional dengan jurnalis warga. Berita dari jurnalis profesional diperlakukan sama dengan berita dari jurnalis warga.
10. Integrating Citizen and Pro Journalism Under One Roof
Penggabungan jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga dalam satu atap. Menggunakan jurnalis profesional, namun juga menerima tulisan dari jurnalis warga.
11. Wiki Journalism: Where the Readers are Editors
Jurnalisme Wiki adalah model jurnalisme yang menempatkan pembaca sebagai penyunting. Setiap orang bisa menulis, menyunting, maupun memberi komentar pada tulisan. Model jurnalisme ini dipopulerkan oleh Wikipedia.

CONTOH CITIZEN JURNALISM

 Aksi Positif Sambut Hari Buruh Sedunia* KESAN negatif aksi buruh dalam memperingati hari buruh Internasional atau May Day mulai dirasakan oleh para buruh. Mereka sepakat tidak melakukan aksi demo di jalan- jalan, dan diganti dengan kegiatan positif. Di Kabupaten Bandung sejumlah perhimpunan buruh berkomitmen untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa dalam menyambut Hari Buruh Sedunia atau yang lebih dikenal dengan May Day pada 1 Mei 2012 mendatang. Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), Gabungan Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (Gobsi) dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) sepakat hanya akan memperingati May Day dengan serangkaian bakti sosial. Wakil Ketua SPSI Kabupaten Bandung Ayi Suhanda mengatakan, selama ini masih ada kesan negatif di mata masyarakat terhadap May Day, karena identik dengan unjuk rasa. “Kami sendiri selama tiga tahun terakhir mencoba mengubah kesan itu lewat peringatan May Day dalam bentuk bakti sosial. Kegiatan bakti sosial akan dimulai pada 28 April 2012 mendatang dengan kegiatan Donor Darah Di Mapolsek Dayeuhkolot.” Menurut Ayi, peserta kegiatan tersebut terdiri dari pengurus dan anggota SPSI, Gaspermindo, Gobsi dan SPN Kabupaten Bandung. Selain itu, sejumlah buruh dari seluruh perusahaan yang ada di Kecamatan Dayeuhkolot juga akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan akan dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan selokan- selokan bahu jalan utama di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot. Kegiatan terutama difokuskan di ruas Jalan Moch. Toha dari perbatasan Baleendah sampai Jalan Cisirung yang notabene banyak dihuni industri. Kegiatan ini akan diikukti sedikitnya 1.500 anggota serikat pekerja dan buruh yang ada di Dayeuhkolot. Kapolsek Dayeuhkolot Komisaris Sugeng Edi Haryanto mengatakan, kegiatan bakti sosial para buruh merupakan bentuk peringatan May Day yang positif dan harus ditiru serikat pekerja atau buruh di daerah lain. Dengan bakti sosial, momen Hari Buruh Sedunia akan lebih terasa bermaksa bagi semua pihak. Pihaknya menyambut baik rencana tersebut dan akan berkoordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Dayeuh kolot lainnya. Selain mengawal dan mengamankan kegiatan tersebut, anggota polisi juga rencananya akan ikut berperan serta dalam setiap kegiatan, mulai dari donor darah sampai kerja bakti. Kegiatan para buruh di Kabupaten Bandung tersebut sangat positif, dan layak didukung oleh semua pihak. Kalau perlu bisa dijadikan contoh buruh di daerah lain. Kegiatan buruh yang possitif tersebut dapat menunjang kemajuan di bidang ekonomi dan sosial. Bravo buruh Kabupaten Bandung




DAFTAR PUTSTAKA



-          http://muhammadmahlani.wordpress.com/2012/11/08/pengertian-konvergensi-media/






NAMA                 : DINDA MEIDIANSYAH
NIM                     : 1371503887
KELOMPOK      : XD
MATA KULIAH : PERKEMBANGAN ICT (UTS)
DOSEN               : MARIKO RIZKIANSYAH S.Sos M.I.Kom
TANGGAL                   : RABU, 7 MEI 2014

UTS PERKEMBANGAN ICT
1.               Jelaskan perkembangan teknologi cetak, elektronik dan internet di indonesia.

·         PERKEMBANGAN MEDIA CETAK DI INDONESIA

Media cetak pertama di Indonesia di Mulai pada masa penjajahan Belanda, pada saat itu surat kabar seperti Java Bode, Bintang Barat, serta Bintang Timur bermunculan.

Pada dasarnya, sejarah surat kabar di Indonesia terbagi dalam dua babak yakni babak pertama yang biasa disebut babak putih dan babak kedua antara tahun 1854 hingga Kebangkitan Nasional. Kedua babak inilah yang amat berperan dalam perkembangan surat kabar di Indonesia. Babak pertama adalah babak putih, yaitu saat Indonesia masih dalam keadaan terjajah oleh kolonialisme Belanda. Disebut babak putih karena surat kabar pada waktu itu mutlak milik orang-orang Eropa, berbahasa Belanda dan diperuntukkan bagi berbahasa Belanda. Kontennya hanya seputar kehidupan orang-orang Eropa dan tidak mempunyai kaitan kehidupan pribumi. Babak ini berlangsung antara tahun 1744-1854 (wikipedia, sejarah surat kabar indonesia).
Pada masa modern ini, media cetak seperti pembaca Kompas, Tempo, Sindo, Media Indonesia, menjadi contoh beberapa media cetak modern Indonesia yang mempunyai nama besar di Indonesia.






·         PERKEMBANGAN MEDIA ELEKTRONIK di INDONESIA


Perkembangan teknologi elektronik mendorong semakin berkembangnya teknologi komunikasi. Laju perkembangan teknologi komunikasi telh memperlancar arus informasi dari dan ke seluruh penjuru dunia lewat media elektronik (DRS. F.Rachmadi, informasi dan komunikasi).

Radio dulu kita kenal dengan ukuran besar dan sulit dibawa karena ukurannya, sehingga tidak praktis. Namun dalam sejarahnya di Indonesia, Radio sangat bersejarah dalam menyiarkan proklamasi kemerdekaan kala itu. Kini, Radio mengalami kemajuan pesat, dari segi ukuran maupun bentuk, lewat mini compo atau bahkan lewat HP sekalipun. Kualitas siaran juga semakin baik dengan menggunakan frequency modulation /

Dan setelah ditemukannya DBS (Direct Broadcast Satellite) memungkinkan siaran televisi masuk ke rumah-rumah. Bahkan kini dunia pertelevisian di Indonesia semakin berkembang dengan adanya paytv yang memungkinkan masyarkat indonesia menonton siaran tv dari luar negeri.

Dalam pertelevisian di Indonesia, kita memiliki beberapa TV swasta yang saat ini berkuasa sebut saja RCTI, GLOBAL TV & MNC TV, yang berada dibawah payung MNC GROUP milik Harry Tanoesoedibjo. Sedangkan Metro TV yang dimiliki Surya Paloh, serta ANTV dan TVONE yang berada dibawah payung Aburizal Bakrie. Acara yang disajikan pun kini tak hanya sekitar politik seperti jaman penjajahan, tapi juga berupa Hiburan

·         PERKEMBANGAN INTERNET DI INDONESIA

Dewasa ini internet menjadi kebutuhan tersendiri dalam kehidupan masyarakat, jika dahulu Internet hanya mampu digunakan segelintir orang, sekarang shampir semua orang mampu menggunakan internet walau hanya lewat HP sekalipun. Ini ditandai dengan maraknya penggunaan social media seperti Facebook dan Twitter di Indonesia, bahkan Presiden R.I pun ikut menggunakan Twitter, untuk mampu berdekatan dengan rakyat. Fenomena ini membuat perusahaan-perusahaan media cetak seperti KOMPAS dan SINDO ikut membuat website berita serta akun twitter dan facebook, agar masyakarakat lebih mudah mengaksesnya.

2. Bagaimana revolusi komunikasi di Indonesia dan apa efeknya bagi pelaku komunikasi?

    Dari awal periode baru, dalam dunia komunikasi sesudah terciptanya media cetak dan elektronik, munculah new media di Indonesia atau yang biasa di sebut internet. Sebelum masuknya "Smart Phone" ke Indonesia orang yang ingin mengakses internet harus memiliki komputer dan jaringan  internet yang telah di sediakan oleh jasa penyedia internet atau yang biasa di kenal dengan "Internet Service Provider" (ISP). Karena pada masa itu kita belum mengenal dengan adanya wifi.
Dampak yang di sebabkan oleh revolusi media tersebut yakni informasi tersebar lebih cepat dan up to date bahkan kita di mudahkan dalam berbagai macam hal seperti mencari berita, resep masakan, filem, informasi penting, dsb. Tetapi ada juga dampak negatif yang di berikan yang biasa kita sebut Cyber Crime.

3. Jelaskan pengertian konvergensi media dan pengaruhnya dalam komunikasi baik personal kelompok ataupun masyarakat.
Konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal. Gerakan konvergensi media tumbuh berkat adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya dari munculnya Internet dan digitisasi informasi. Konvergensi media ini menyatukan ”tiga-C” (computing, communication, dan content). Jika dijabarkan di level perusahaan, maka konvergensi ini menyatukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi (komputer), jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten (penerbit buku, suratkabar, majalah, stasiun TV, radio, musik, film, dan hiburan).. Pengaruhnya di masyarakat dalam hal komunikasi adalah kita di permudah, kita dapat menemukan contoh tersebut di internet, penggabungan dari beberapa media seperti berita, gambar, video kita dapat temukan dengan mudah di internet. Hal tersebut dapat membantu kita dalam komunikasi personal melalui media-media sosial seperti sekarang, bahkan kelompok pun dapat ikut dengan forum yang telah di buat di internet. Untuk media massa internetpun membantu dalam hal penyebaran informasi, orang" yang memiliki internet bisa mendapatkan informasi tersebut secara cepat dan dalam jumlah banyak.
4. Efek Kehadiran Media Massa
Menurut McLuhan, bentuk media saja sudah mempengaruhi kita. “The mediumis the message,” ujar McLuhan. Medium saja sudah menjadi pesan. Ia bahkan menolak pengaruh pengaruh isi pesan sama sekali (lihat: McLuhan, 1964). Yang mempengauhi kita bukan apa yang disampaikan media, tetapi jenis media komunikasi yang kita bukan apa yang disampaikan media, tetapi jenis media , tetapi jenis media komunikasi jita pergunakan-interpersonal, media cetak, atau televisi.
Teori McLuhan, disebut teori perpanjangan alat indra (sense extension theory), menyatakan bahwa media adalah perluasan dari alat indra manusia; telepon adalah perpanjangan teliga dan telivisi adalah perpanjangan mata. Seperti Gatutkaca, yang mampu melihat dan mendengar dari jarak jauh, begitu pula manusia yang menggunakan media massa. McLuhan menulis, “secra operasional dan praktis, medium adalah pesan. Ini berarti bahwa akibat-akibat personal dan social dari media yakni karena perpanjangan diri kita timbul karena skala baru baru yang dimasukkan pada kehidupan kita oleh perluasan diri kita atau oleh teknologi baru media adalah pesan karena media  membentuk dan mengenedalikan skala serta bentuk hubungan dan tindakan manusia.” (McLuhan, 1964: 23-24)


Menurut Steven H. Chaffee Efek Media Massa ada 5 macam :
1.      Efek ekonomis.
2.      Efek sosial.
3.      Efek pada penjadwalan kegitan.
4.      Efek pada penyaluran/penghilangan perasaan tertentu.
5.      Efek pada perasaan orang terhadap media.

5. Contoh Kasus
Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain . Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang “dicuri” dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, “pencurian” account cukup menangkap “userid” dan “password” saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya “benda” yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di Bandung.
Membajak situs web . Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh cracker adalah mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan. Sekitar 4 bulan yang lalu, statistik di Indonesia menunjukkan satu (1) situs web dibajak setiap harinya. Hukum apa yang dapat digunakan untuk menjerat cracker ini?




DAFTAR PUSTAKA
-